Tri Indah Presedium UMKM Lampung Prihatin Terhadap Pelatihan Dan Pendampingan UMKM Di Kabupaten Pesawaran

banner 728x90

Kabarreskrim.net || Lampung

Tri Indah Presedium UMKM Provinsi Lampung prihatin terhadap pelatihan dan pendampingan UMKM di Kabupaten Pesawaran. Menurutnya, pendampingan terhadap UMKM di kabupaten tersebut dinilai tidak berkelanjutan dan hanya sekedar menjadi proyek hasil tanpa signifikan.

Bacaan Lainnya

“Selama ini pendampingan yang diberikan kepada UMKM di Kabupaten Pesawaran tidak konsisten. Kamu merasa program yang dilakukan hanya sebatas formalitas dan tidak benar-benar berorientasi pada hasil dalam jangka panjang,” ungkap Tri Indah dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan di Gedung Koperasi Desa Way Urang, Kecamatan Padang Cermin, Minggu (29/09/2024).

Tri juga menyoroti peran Ibu Nanda Indira Dedi yang selama ini memimpin pembinaan UMKM di Kabupaten Pesawaran. Menurutnya, program yang dijalankan terkesan setengah dan belum mampu mengatasi tantangan utama yang di hadapi oleh para pelaku UMKM di daerah tersebut.

“Pelaku UMKM membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan agar mereka dapat terus menerus berkembang. Bukan hanya satu sampai dua kali kegiatan tapi harus ada kesinambungan. Sayangnya, hal ini belum terjadi di Kabupaten Pesawaran,” tambah Tri.

Lebih lanjut, Tri juga mempertanyakan transparansi dalam pelaksanaan program pendampingan. Menurutnya banyak pelaku UMKM yang tidak mendapatkan informasi jelas mengenai program yang ada sehingga mereka kesulitan untuk mengakses bantuan atau pelatihan yang di butuhkan.

“Banyak UMKM di Kabupaten Pesawaran yang merasa kesulitan untuk mengikuti program pendampingan ini, mereka tidak tahu apa saja program yang ada, siapa yang berhak mendapatkan nya, dan bagaimana cara mendapatkan nya. Ini menunjukkan adanya masalah dalam sistem informasi dan manajemen program,” ujar Tri dengan nada kritis.

Sementara itu, beberapa pelaku UMKM di Kabupaten Pesawaran juga menyuarakan keluhan yang serupa. Mereka merasa bahwa dukungan yang diberikan oleh pemerintah setempat masih terbatas. Salah satu pelaku UMKM yang engga disebutkan namanya mengatakan bahwa, “program pelatihan yang diadakan tidak disesuaikan dengan kebutuhan nyata mereka”.

“Pelatihan yang diadakan sering kali tidak relevan dengan kebutuhan kami di lapangan. Kami membutuhkan pendampingan yang lebih spesifik dan berkelanjutan bukan hanya teori saja,” ungkap salah satu pelaku UMKM.

Disisi lain, Nanda Indira Dedi yang di sebut-sebut sebagai penanggung jawab program pembinaan UMKM di Kabupaten Pesawaran belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang disampaikan oleh Tri Indah dan para pelaku UMKM.

Namun, Nanda sebelumnya pernah menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kapasitas UMKM di daerah tersebut termasuk melalui pelatihan dan pendampingan teknis. Menurut Nanda, program ini dirancang untuk membantu UMKM meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar.

“Kami telah melakukan berbagai program pelatihan dan pendampingan, mulai dari manajemen usaha, akses permodalan, hingga pemasaran digital. Tujuan kami adalah agar kami di Kabupaten Pesawaran lebih mandiri dan kompetitif,” kata Nanda dalam sebuah kesempatan sebelumnya.

Terlepas dari itu kritikan dari Tri Indah dan keluhan dari pelaku UMKM menunjukkan bahwa masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus di selesaikan untuk memastikan program pendampingan UMKM ini dapat berjalan dengan efektif dan berkelanjutan. Dukungan yang konsisten dan berorientasi pada kebutuhan lapangan menjadi kunci untuk mengembangkan sektor UMKM yang kuat dan mandiri.

Dengan situasi ini, masyarakat berharap agar pemerintah daerah Kabupaten Pesawaran dibawah kepemimpinan ibu Nanda Indira Dedi dapat lebih serius lagi dalam memberikan perhatian terhadap masalah ini. Peningkatan kapasitas dan berkelanjutan program pendampingan diharapkan agar bisa segera di lakukan agar tujuan-tujuan besar seperti pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan bisa tercapai dengan lebih efektif.

Masyarakat, terutama pelaku UMKM di Kabupaten Pesawaran kini menunggu langkah nyata dari pemerintah daerah untuk menjawab berbagai permasalahan yang ada serta memastikan bahwa pendampingan UMKM ke depan benar-benar berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan mereka.

( Rudi Yatmoko )

Pos terkait

banner 728x90