Polda Metro Libatkan Brimob Dan Sabraha Di Tim Pemecah Macet Jakarta

banner 728x90

Kabarreskrim.net // Jakarta

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto membentuk ‘Tim Pemecah Macet’ demi mengurai kesemrawutan lalu lintas Jakarta. Selain personel lalu lintas, anggota Samapta hingga Brimob dilibatkan dalam ‘Tim Pemecah Macet’ ini.

Bacaan Lainnya

“Mudah-mudahan dengan kolaborasi yang baru, karena yang biasa ahli yang ngatur-ngaturnya anggota lalu lintas, tapi saya tambahkan anggota Sabhara dan Brimobnya juga nanti di patroli,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto kepada wartawan di Jakarta, Selasa (11/2/2025).

Karyoto mengatakan dirinya telah mengumpulkan Dirlantas, Dirsamapta dan Dansat Brimob terkait kolaborasi dalam ‘Tim Pemecah Macet’ ini. Dalam waktu dekat tim ini akan segera diluncurkan.

Jadi nanti intinya ketika ada kemacetan mudah-mudahan dalam waktu segera 1-2 hari sudah bisa merapat ke tempat-tempat yang sangat numpuk,” imbuhnya.

Teknisnya, ‘Tim Pemecah Macet’ ini nantinya akan berpatroli dengan menggunakan kendaraan roda dua. ‘Tim Pemecah Macet’ akan membantu mengurai lalu lintas di titik-titik rawan macet.

“Mereka pergerakannya bermotor. Kalau pakai mobil, udah ngantri. Kalau motor kan ya bisa, kalau memang sangat dibutuhkan bisa mepet-mepet, kemudian bisa mengambil langkah menempati titik-titik yang diperlukan,” ujarnya.

Tim Pemecah Macet’ ini dibentuk untuk mengatasi kesemrawutan Jakarta yang tidak hanya terjadi saat weekday tetapi juga weekend. Menurut Karyoto, seharusnya volume kendaraan di Jakarta menurun saat weekend, namun ia melihat situasi Jakarta tetap macet meski saat weekend.

“Hari Sabtu-Minggu itu kalau volume kendaraan di Jakarta, tentunya berkurang lebih dari 50 persen. Karena kebanyakan pegawai, karyawan-karyawan yang ada di Jakarta itu adalah orang yang tinggal aglomerasi, seperti Depok, Bekasi, maupun Tangerang. Sehingga, agak aneh kok hari Sabtu dan Minggu macet,” kata Karyoto.

Karyoto mencontohkan kemacetan yang terjadi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Karyoto menyebut kemacetan terjadi lantaran terjadinya crossing kendaraan menuju Jalan MH Thamrin.

“Kalau crossing itu dilancarkan, putarannya lebih cepat. Hanya saja putaran dari sebelah kanan yang nabrak arah dikendalikan. Karena keluar dari (hotel) Kempinski satu jalur, itu menghambat yang berputar ke arah itu. Sehingga harus saling…kalau efek domino itu, ini kemacetan disini ternyata bukan disini aja, yang disini dilancarkan efeknya begitu,” jelasnya.

Rekayasa Lalin

Karyoto menyebut, nantinya akan diterapkan rekayasa lalu lintas buka tutup di lokasi kemacetan. Titik kemacetan yang paling panjang akan diurai terlebih dahulu.

“Memang ketika ada kemacetan begitu, normalnya sebuah traffic light yang normal itu pasti akan dibikin tidak normal pada pengaturan-pengaturan tambahan, yang kita katakan sebagai diskresi. Yang paling panjang antriannya, kita dahulukan, mungkin di sana 2 kaki, di sini 1 kali,” jelasnya.

Masyarakat yang sedang berkendara juga harus bisa bersabar, melihat mana yang harus didahulukan. Artinya oh ya di sana terlalu (macet), antrian 1 kilo di sini hanya 100 meter. Tentunya yang 100 meter harus sabar, berikan yang (kemacetan) 1 kilo bisa terurai menjadi pecah mungkin 500 meter, sehingga dalam waktu yang secara berurutan, lama-lama kemacetan ya walaupun tidak terlalu signifikan, tapi akan lebih mengurangi waktu kemacetan,” imbuhnya.

Karyoto meminta maaf jika nantinya rekayasa lalu lintas akan mengganggu kenyamanan masyarakat. Dia berharap tim pemecah macet tersebut nantinya bisa mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta.

Karyoto meminta maaf jika nantinya rekayasa lalu lintas akan mengganggu kenyamanan masyarakat. Dia berharap tim pemecah macet tersebut nantinya bisa mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta.

“Karena dampaknya banyak, ketika dia macet itu BBM lebih boros, polusi juga lebih banyak, ini masih bersyukur musim hujan. Kalau nggak musim hujan kadang-kadang langit kita terasa lebih pekat dengan polusi,” pungkasnya. (Siti Khotijah )

Pos terkait

banner 728x90