Penetapan Binangun Sebagai Kecamatan Bebas TBC Menjadi Kado Istimewa Yang Mewarnai HUT RI-79 Dan Hari Jadi Desa Sedayu Ke-31

banner 728x90

Kabarreskrim.net || Cilacap

Euforia menyambut HUT RI-79, begitu terasa dan merambah hingga di seluruh pelosok negri. Berbagai kegiatan dilaksanakan untuk meramaikan perayaan hari jadi bangsa ini, mulai dari yang bersifat ceremonial, olah raga, sosial-budaya hingga keagamaan.

Bacaan Lainnya

Bahkan di Desa Sedayu, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, perayaan tersebut lebih terasa istimewa.

Pasalnya, selain HUT RI, sekaligus bertepatan dengan hari jadinya yang ke-31, menyusul ditetapkanya Binangun sebagai Kecamatan Bebas TBC, yang seluruh kegiatan nya dipusatkan di desa tersebut.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Abdul Nasim al Najib SH, Kepala Desa Sedayu, tatkala dikonfirmasi dikediamannya yang asri pada hari ini, Sabtu (10/8/2024).

“Merupakan sebuah kebanggaan tersendiri, mengingat bertepatan di bulan Agustus tahun ini, selain merayakan HUT RI-79 dan Hari Jadi Desa Sedayu ke 31, sekaligus dijadikannya Desa Sedayu sebagai pusat “Penetapan Binangun sebagai Kecamatan Bebas TBC”.

Terlebih Penetapan tersebut merupakan “MERCUSUAR”, yang pertama kali, baik di Indonesia bahkan dunia” sehingga dihadiri oleh Pejabat, baik Pusat, Propinsi dan Internal Pejabat dari Pemda Cilacap, Kamis (8/8/2024).

Lebih lanjut Kepala Desa yang telah menyelesaikan studynya sehingga bergelar Sarjana Hukum dari UNSA (Universitas Surakarta pada 2018), menambahkan, “bahwa penetapan tersebut terus dikembangkan dan ditindak-lanjuti dengan karya nyata, melalui sosialisasi dengan melakukan edukasi terkait bahaya dan pencegahannya, mengingat, sesuai program nasional bahwa seluruh mayarakat di Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap pada 2028, harus terbebas dari TBC”.

Tak heran, jika kemudian Desa Sidayu atas nama Kecamatan Binangun, dijadikan “study banding” oleh pejabat dari luar Kabupaten Cilacap, seperti : Brebes, Kudus, Semarang dan Klaten.

“Mengingat, TBC merupakan penyakit ke-2 yang menyebabkan tingginya angka kematian di dunia, dengan akumulasi (tiap 4 menit-1 orang meninggal dunia),” tegasnya.

“Adapun berkaitan dengan beragam kegiatan dalam rangka Perayaan HUT RI-79 dan Hari Jadi ke-31, “kata Kades dengan motto “Low Profile Hight Product” menjelaskan, “Pemdes berikut BPD dan Lembaga Desa beserta seluruh lapisan masyarakat melakukan beragam kegiatan yang lazim dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Cilacap, seperti olahraga, sosial budaya dan keagamaan serta kegiatan adat yang selama ini dilestarikan yaitu “Festival Janggolan dan Penyerahan Upeti (Pelunasan Pajak).

“Secara esensial bahwa berbagai kegiatan yang diselenggarakan, semua demi memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan dalam bingkai kekeluargaan dan kegotong-royongan, sehingga diharapkan tertanam rasa kebangsaan dan Nasionalisme oleh seluruh lapisan masyarakat, “tambahnya.

Bahkan untuk menanamkan nilai agama sebagai benteng moral anak bangsa, pada (4/8/2024), diadakan pengajian akbar dengan Al-Mukarom, Kyai HM Imamudin Usman Al-Bantani, termasuk Khotmil qur-an wal kutub berikut Khol masal dalam rangka memperingati meninggalnya pendiri Ponpes “Al-Huda (Kyai.Sugeng Ulul Wafi), yang wafat pada 2009, berikut Karnaval baik di desa maupun Tingkat Kecamatan, yang nantinya ditutup dengan organ tunggal di acara malam resepsi HUT RI -79”.

Adapun karnaval itu sendiri, dilakukan selama 2 hari, yang terbagi : untuk Tingkat Desa pada 20/8/2024, bagi SD, MI dan SMP, sedangkan (21/8/2024) untuk MA dan masyarakat (21/8/2024) di Tingkat Kecamatan.

Di akhir pernyataannya, Abdul Nasim al Najib membeberkan kunci sukses atas kepemimpinannya.

“Saya selalu menolak menjadi jendral, baik bintang 1, 2, 3 dan 4, apalagi bintang 7, karena itu obat sakit kepala.

“Tapi saya lebih suka menjadi sersan, yang artinya serius dalam tugas, namun santai dalam menjalani kehidupan, agar selalu sehat dan terus bisa mensyukuri dan menikmati hidup,” kelakarnya. ( Darmanto )

Pos terkait

banner 728x90