Kabarreskrim.net || Sumatera Utara
Adanya pemberitaan salah satu media online yang menyudutkan Morison Manullang pada tanggal 01/01/2025 yang lalu, membuat Morison Manullang memberikan Klarifikasi.
Kepada wartawan media Kabarreskrim Sumut Morison Manullang menjelaskan bahwa berita yang beredar tentang dirinya itu tidak benar.
Hal tersebut disampaikannya di caffe koktong Sibolga pada hari Minggu, 05/01/2025,
Bahwa pada tanggal 01/01/2025 sekitar pukul 13.00 WIB seorang laki-laki bernama Nazwar Perwira Pasaribu mendatangi ruang kerjanya membuat keributan dengan cara mendorong meja dan menendang kursi” tegas Morison Manullang kepada wartawan Minggu, 05/01/2025.
Hal tersebut dibenarkan oleh Sri Wahyuni yang kebetulan sedang berada ditempat pada saat kejadian. ” Saya melihat si Nazwar itu berjalan terburu- buru usai cek-cok diruangan kerja pak Morison” tutur Sri Wahyuni kepada wartawan Media Kabarreskrim Sumut via handphone selular pada hari Senin, 06/01/2025.
Lebih detail Sri Wahyuni juga menjelaskan bahwa beberapa saat kemudian Nazwar kembali datang bersama 3 rekannya dengan mengendarai Mobil Expander berwarna putih dengan Nomor polisi BB 1299 MG.
” Seketika mereka melakukan pengeroyokan kepada Morison Manullang” tutur Wahyuni kepada wartawan.
Berawal dari perselisihan antara Nazwar Pasaribu dengan Morison Manullang dua tahun yang lalu, yang mana menurut keterangan Morison, bahwa Nazwar Pasaribu sering meminta sejumlah uang kepada Morison.” Saya tidak tahan pak dibuatnya seperti ATM selalu meminta uang kepada saya” tegas Morison Manullang.
Diduga Nazwar Pasaribu ingin mengulang kembali aksinya tersebut.
Permasalahan tersebut sudah dilaporkan oleh Morison Manullang ke Polres Tapteng melalui kuasa hukumnya pada tanggal, 01 Januari 2025 sesuai dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi Nomor: STPL/B/1/I/2025/ SPKT/RES TAPTENG/ POLDASU.
Semoga kasus ini secepatnya ditangani oleh Kepolisian Resort Tapteng.
Untuk menyuguhkan berita yang berimbang, wartawan media Kabarreskrim Sumut sudah mencoba mencari Nomor kontak Nazwar Pasaribu.
Namun hingga berita ditayangkan media belum berhasil menghubunginya.
( N.Tanjung)