Kabarreskrim.net // Bojonegoro
Dalam beberapa hari ini beredar berita online terkait Dana BKK tahun 2024 Kabupaten Bojonegoro,salah satunya mencuatnya kabar dugaan ajang bisnis pada proyek pembangunan Pendopo Balai Desa Hargomulyo, Kacamatan Kedewan, Bojonegoro, Jatim.
Hal ini akan ramai menjadi ulasan akademis bagi para penggiat informasi di Kabupaten Bojonegoro.
Pasalnya, berdasarkan kabar yang mencuat saat ini, proyek pembangunan pendopo Balai Desa Hargomulyo yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) tahun 2024 senilai Rp 350 Juta itu, ternyata mengunakan bahan matrial bekas pakai.
Selain itu, dibalik proyek tersebut juga berhembus telisik informasi tentang adanya skandal konspirasi bisnis yang diduga dimainkan oleh Kepala Desa Hargomulyo bersama sejumlah orang yang katanya berprofesi sebagai pengiat informasi publik.
Sehingga, ketika kabar tentang pengunaan bahan matrial bekas dan dugaan ajang bisnis pada proyek pembangunan pendopo balai Desa tersebut mencuat ke publik, pihak mitra Kades Hargomulyo langsung memunculkan narasi berita tandingan dengan tema seremonial.
Sementara itu, berdasarkan refrensi yang diuji melalui sisi akademis, pemberitaan tentang pengunaan matrial bekas pada proyek pendopo Balai Desa Hargomulyo itu dimunculkan oleh pewarta yang mempunyai sikap idealis dalam mengemban profesi sebagai corong informasi masyarakat.
“Ternyata setelah ditelusuri teman-teman, yang mengcounter berita fakta dengan berita seremonial adalah oknum wartawan yang terlibat dalam pembangunan itu. Seperti itulah kondisi wartawan Bojonegoro, rela menggadaikan profesi supaya bisa terlibat dalam konspirasi ajang bisnis pada proyek pemerintah.” sindir salah satu pewarta, Arief.
Sabtu, 01 Februari 2025. Jika mengulas tentang persoalan diatas, lanjut Arief, kalau secara fair dan akademis dilakukan audit, dirinya meyakini pasti ada temuan dugaan mark-up anggaran yang signifikan pada proyek tersebut.
“Anggaran Rp 350 Juta hasilnya hanya seperti itu, secara kasat mata tak ada perbedaan yang signifikan dengan bangunan lama, ditambah matrial yang digunakan seperti kayu ternyata juga bahan bekas, saya kok yakin kalau diaudit secara profesional pasti banyak temuan penyelewengan anggaran dibalik pengerjaan pendopo balai Desa itu.” tandasnya,
Dikesempatan yang sama Sukri, Kepala Desa Hargomulyo ketika dimintai tanggapan melalui pesan WhatsApp hanya bisa menyampaikan kepada pewarta untuk datang di Balai Desa.
“Monggo rawuh Baldes Mas🙏.” tulis Sukri kepada media ini melalui pesan singkat WhatsApp.
Perlu diketahui pula, Desa Hargomulyo merupakan salah satu Desa penerima manfaat progam Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun 2024 sebesar Rp 350 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan ini dibenarkan oleh Camat Kedewan.
“Benar BKK th 2024.” pungkas Eko Subiyono,S.Sos.,MM. Camat Kedewan.
( Gz )